Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) merupakan penghargaan bagi karya sastra terbaik yang terbit sepanjang tahun, yang menunjukkan pengerahan kerja kreatif sastrawan Indonesia, pengembangan potensi estetis bahasa Indonesia, serta perluasan wilayah pertemuan antara imajinasi dan realitas kehidupan masyarakat. Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia (YRKI) menyelenggarakan KSK 2026 dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia Raya, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dalam penyelenggaraan KSK, yayasan didampingi tiga orang kurator: Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria yang melaksanakan peran strategis dalam merancang program, mendampingi proses penyelenggaraan, termasuk memilih Dewan Juri.

KSK tahun ini telah sampai pada Daftar Panjang, sepuluh judul buku sastra Indonesia yang terbit pertama kali sepanjang tahun 2025 dalam tiga kategori: Novel, Kumpulan Cerita Pendek, dan Kumpulan Puisi. Daftar ini merupakan hasil seleksi tahap pertama yang dilakukan oleh dewan juri. Selanjutnya, karya-karya yang terpilih akan memasuki tahap penilaian berikutnya untuk menentukan Daftar Pendek dan para penerima Kusala Sastra Khatulistiwa tahun ini. Daftar Panjang bukanlah peringkat, melainkan penanda atas karya-karya yang dinilai memiliki pencapaian artistik dan relevansi penting dalam perkembangan sastra Indonesia mutakhir. Melalui proses penjurian berjenjang, KSK berupaya menghadirkan pembacaan yang cermat dan bertanggung jawab terhadap keragaman praktik kreatif yang hidup dalam sastra Indonesia hari ini.

Catatan Umum Dewan Juri tentang Daftar Panjang KSK 2026

Setelah melalui serangkaian diskusi, Dewan Juri menetapkan Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2026 untuk kategori Novel, Kumpulan Cerita Pendek, dan Puisi. Seluruhnya merupakan karya yang diterbitkan pertama kali dalam kurun tahun 2025.

Mula-mula yang patut diapresiasi adalah kreativitas para penulis serta ketekunan penerbitan buku-buku sastra yang kian menemukan nuansa keberagamannya. Dari karya-karya tersebut, terlihat sebaran tema yang menyentuh aneka lapis persoalan masyarakat, semisal kegetiran kaum urban, terdesaknya kelompok pinggiran, krisis ekologis, pemaknaan ulang sejarah dan makna budaya, serta lain sebagainya. Seluruhnya dikemas dalam pengerahan kerja kreatif yang khas, baik dari sisi berbahasa maupun konsep artistik, menjadikan terbitan buku sastra sepanjang tahun 2025 terasa semarak.

Meskipun menemukan buku-buku yang menarik perhatian, tidak dimungkiri masih terdapat karya-karya yang disayangkan kurang prima penggarapannya. Masalah-masalah dalam kemampuan bercerita maupun kelemahan strategi berbahasa seringkali dijumpai, menunjukkan kerja kepenulisan bukan hanya membutuhkan ketelatenan dan kepekaan, melainkan pula napas mencipta yang panjang.

Dewan Juri juga sangat menghormati kegigihan berbagai institusi yang secara mentradisi memberikan penghargaan terhadap buku-buku sastra di Indonesia. Tentu akan muncul variasi pilihan, bahwa ada sejumlah buku memiliki irisan kurasi yang sama, dan ada pula yang barangkali berbeda. Daftar panjang kali ini sekaligus diniatkan sebagai apresiasi atas keberagaman ekspresi, suara, serta pencarian estetik para penulis sastra di Indonesia, yang semoga dapat turut mendorong perluasan kemungkinan kreativitas di masa mendatang.

Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2026 adalah sebagai berikut:

Kategori Novel

  1. Alok (Penulis: Arie Saptaji, Penerbit: POST Press)
  2. Ikan-Ikan dan Kunang-Kunang di Kedung Mayit (Penulis: Dewanto Amin Sadono, Penerbit: Rua Aksara)
  3. Ikhtiar yang Tak Benar-Benar (Penulis: Nukila Amal, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia)
  4. Jagat Rajawali (Penulis: Eko Darmoko, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia)
  5. Katri (Penulis: Adeste Adipriyanti, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia)
  6. Koloni (Penulis: Ratih Kumala, Penerbit: Gramedia Pustaka Utama)
  7. Nyi Sadikem: Sebuah Novel (Penulis: Artie Ahmad, Penerbit: Marjin Kiri)
  8. Seakan Bisa Dipisahkan (Penulis: Ruhaeni Intan, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia)
  9. Seratus Tahun Kebisuan (Penulis: Wawan Kurniawan, Penerbit: DIVA Press)
  10. Tersesat Setelah Terlahir Kembali (Penulis: Yoga Zen, Penerbit: Marjin Kiri)

Kategori Kumpulan Cerita Pendek

  1. Antara Doa dan Debu (Penulis: Jantan Putra Bangsa, Penerbit: Basabasi)
  2. Cara Menghadapi Kehilangan (Penulis: Yetti A.KA., Penerbit: DIVA Press)
  3. Hantu Ulang-alik (Penulis: Ratri Ninditya, Penerbit: baNANA)
  4. Jasad sang Pelacur dan Pemakaman Keduanya (Penulis: Christian Dan Dadi, Penerbit: Dusun Flobamora)
  5. Jose Kecil Dalam Dirimu (Penulis: Kaisar Deem, Penerbit: Bara Books)
  6. Kebaya Merah di Tebing Kanal (Penulis: Martin Aleida, Penerbit: Buku Kompas)
  7. Kucing Bernama Kura-Kura (Penulis: Ab Asmarandana, Penerbit: Langgam Pustaka)
  8. Misi Menggagalkan Doa (Penulis: Yoga Palwaguna, Penerbit: Langgam Pustaka)
  9. Tata Cara Menikmati Kekasih (Penulis: S Permata, Penerbit: Velodrom)
  10. Waktu Itu Hujan Rintik, dan Aku Merasa Asing dan Sendiri (Penulis: T. Agus Khaidir, Penerbit: Buku Kompas)

Kategori Kumpulan Puisi

  1. Bahasa Pohon-Pohon Tumbang (Penulis: M. Aan Mansyur, Penerbit: Gramedia Pustaka Utama)
  2. Ke Arah Museum Revolusi (Penulis: Nirwan Dewanto, Penerbit: Warning Books)
  3. Kutu-Kutu Joni (Penulis: Julia F. Gerhani Arungan, Penerbit: DIVA Press)
  4. Melahirkan Ibu (Penulis: Aghnia Tazqiah, Penerbit: Velodrom)
  5. Nusantara, Amnesia (Penulis: Ari Pahala Hutabarat, Penerbit: Lampung Literature)
  6. Pagar Rumahku Berubah Warna (Penulis: Ama Gaspar, Penerbit: Gramedia Pustaka Utama)
  7. Rubaiyat Den Sastro (Penulis: Sapardi Djoko Damono, Penerbit: Indonesia Tera)
  8. Seberapa Indie (Penulis: Hamzah Muhammad, Penerbit: Warning Books)
  9. Sehelai Bulu Kosmos (Penulis: Alpha Hambally, Penerbit: Mori)
  10. Suatu Hari di Batas Ilmu Pengetahuan (Penulis: Heru Joni Putra, Penerbit: Teroka Press)

Pada tahap selanjutnya, Dewan Juri akan menetapkan Daftar Pendek yang akan diumumkan dalam waktu mendatang, sebelum akhirnya memilih karya-karya penerima Kusala Sastra Khatulistiwa 2026. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh penulis yang masuk dalam Daftar Panjang tahun ini, serta menyampaikan penghargaan kepada para penerbit, pembaca, dan seluruh pihak yang terus menjaga keberlangsungan ekosistem sastra Indonesia.